Search
Archives

Mengapa Masuk Peternakan IPB?

Institut Petanian Bogor merupakan Universitas Negeri BHMN (Badan Hukum Milik Negara) yang berada di Kota Bogor (www.ipb.ac.id).

Universitas yang saya cita-citakan dari semenjak duduk di bangku Taman Kanak-Kanak..

… aneh memang sekecil itu saya sudah memikirkan bangku kuliah..Sebab akibat saya ingin ke IPB waktu kecil sangat simpel sekali yaitu ketika kakak saya dulu yang kuliah di IPB Fakultas Peternakan selalu memberikan oleh-oleh miniatur ternak yang lucu-lucu ketika dia pulang ke kampung halaman.. karena itu akhirnya saya tertarik dan ingin sekali kuliah disana.. sehingga dari kecil sampai saat saya beranjak dewasa di dalam diri saya selalu menanamkan untuk mencintai dunia Pertanian..

Dan pada akhirnya saya masuk ke IPB dengan jurusan Peternakan. Saya sangat bangga sekali bisa masuk ke IPB. Ternyata Fakultas Peternakan IPB yaitu fakultas yang mempunyai teknologi dari hulu sampai hilir di bidang peternakan (perencanaan usaha peternakan, pakan, produksi ternak, penanganan, pengolahan dan pemasaran produk peternakan)  serta memiliki sumberdaya pembelajaran yang handal dan layak di bidang peternakan ( fapet.ipb.ac.id/) .

setelah¬† 1 tahun saya menjalani¬† TPB di IPB akhirnya saya dipilih masuk ke jurusan Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, saya sangat bersyukur sekali, karena banyak sekali yang harus saya gali tentang peternakan untuk menangani masalah dunia peternakan di Indonesia, misalnya saja masih maraknya ternak yang impor dari negara lain yang mungkin dapat merugikan negara Indonesia secara langsung ataupun tidak langsung. Menurut Dirjen Bina Produksi Peternakan Deptan Sofyan Sudarjat di www.poultryindonesia.com/modules.php?name…file… “Indonesia selalu menjadi negara yang diojok-ojok (dibujuk) oleh negara-negara besar termasuk dari Cina, India, Amerika Latin secara terus menerus sebagai upaya untuk memasukan ternak dan hasil ternaknya ke Indonesia. Padahal mereka tergolong negara terjangkit BSE, Penyakit Mulut Kuku atau PMK”. Bayangakan saja bila impor itu terjadi, hal tersebut dapat berdampak pada kesejahteraan Rakyat Indonesia sendiri.

Peraturan-peraturan tentang masalah peternakan pun masih bayak yang harus di kaji ulang kembali .Menurut Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia, Teguh Boediyana ketentuan Pasal 59 ayat (2). Pasal itu dinilai berpotensi merugikan para peternak lokal dan juga mengancam kesehatan hewan ternak lokal. Secara lengkap, ketentuan itu berbunyi ‘Produk hewan segar yang dimasukkan ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a harus berasal dari unit usaha produk hewan pada suatu negara atau zona dalam suatu negara yang telah memenuhi persyaratan dan tata cara pemasukan produk hewan .

Ketentuan tersebut dinilai merugikan pemohon. Terutama frase ‘atau zona dalam suatu negara‘. Artinya, Indonesia boleh mengimpor hewan ternak berdasarkan zona. Contohnya, impor ternak dari Brasil. Bila salah satu zonanya dinilai bebas dari penyakit, maka zona itu boleh mengimpor, meski di belahan Brasil lainnya (zona lain) dinyatakan masuk kategori memiliki penyakit ternak. Karenanya, pemohon meminta MK membatalkan frase tersebut. (www.lexregis.com/?menu=news&idn=422 -).

Oleh karenaitu Saya sebagai rakyat Indonesia, mahasiswa Peternakan harus berjuang keras dengan rasa Cinta untuk memajukan Peternakan di Indonesia untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.